Rabu, 01 Juli 2009

Ahmad Yani pukul 14.30



Hari ini, seperti beberapa hari belakangan, Surabaya panas banget. Sepertinya Surabaya sudah kembali ke habitat panas tanpa hujannya.


Setelah kurang lebih 2 minggu tidak meluncur di jalan raya Surabaya, hari ini, aku eksis lagi di jalan raya. Pukul 14.30, sepulang dari kampus tercinta, aku meluncur di Jalan Ahmad Yani yang 'raya' banget. Dan hari ini, memang bener-bener raya banget jalannya...


Jalur ke Utara atau ke dalam kota sih gak seberapa...karena semua pengendara ranmor tau aku mau lewat...hehehe. Tapi arah sebaliknya, macet total. panas gak ketulung, polusi kebangetan, gak ada yang mau ngalah, stress semua pasti...


sementara itu, ketika pengguna arah sebelah membentur2kan kepala mereka pada dashboard mobil/motor masing2, aku agak menikmati perjalanan pulangku kali ini...


Siapa bilang pick-up cuma boleh ngangkut 3 orang? Cuma satlantas kan...tp dinas kebersihan punya cara asik, hemat, dan cepat buat mengangkut pasukannya...




ya kan?? ditangkep gak ya kira2? kalo pake uang damai, kira2 bayar urunan atau si supir yg bayar atau memang begitulah adanya...kliatannya kok, ya begitulah adanya...

Melanjutkan perjalanan, aku ngutak ngutik radio gak jelas, karena setelah lagunya Adele-chasing pavement, penyiarnya ngomong sendiri gak jelas pula. Dengan sengaja aku mencet tombol 6, program Suara Surabaya. Ya...biar kliatan intelek dikit la...hehehe... Seorang bapak-bapak melaporkan bahwa di jembatan mayangkara (ato apalah gitu, karena aku cuma ngerti itu adalah jembatan satu2nya di tengah kota) ada orang tiduran di trotoar dengan tangan mengulur ke jalan...

wah...kebetulan, kan mau lewat sana...

kucari-cari dan...

nah lo...panas2 gini. Mungkin jembatan punya angin yang lebih segar dibandingkan di dalam rumah.
Ahmad Yani pukul 14.30, cuma ada di Surabaya...

Sabtu, 02 Mei 2009

LPBT part2

Kalau anda sekarang merasa mata merah dan gatal, bersin-bersin, dan sesak napas...salahkan site yang anda buka...terlalu lama gak diurus, akibatnya site ini debu yang menupuk..

sebenarnya aku sudah merelakan cerita LPBT ini sejak bulan yang lalu. Tapi karena tuntutan moral akibat nulis judul LPBT part 1, jadi otomatis harus ada LPBT part 2.

Cerita tentang LPBT itu sebenarnya ya gitu-gitu aja.. Menarik juga gak sampe bikin gak bisa tidur. Tapi klo gak menarik juga bohong banget...
Dari yang bingung cari juri dan berhubungan dengan juri...
Bikin skrip ditolak terus...
Lampu mati... Kejadian paling aneh dalam sejarah LPBT. Karena 2 hari sebelumnya, divisi teknik membahas tentang worst scenario>> mati lampu

setelah sebulan lebih lewat hari final, kangen juga dengan stressnya LPBT...

post ini agak maksa ya... hehehehe

Selasa, 10 Maret 2009

LPBT part 1


Semua ini demi LPBT. Pulsa 100ribu habis dalam 2 minggu, pdhl gak punya pacar. Solar mengucur deras pdhl gak pernah di ajak ngedate. Pulang malem sambil nyetir ngantuk. Things I did for LPBT.


Tapi LPBT juga memberikan pengalaman berharga.


(pause)

Yang belum tau LPBT itu apa, LPBT adalah Lomba Presenter Berita Televisi. Fakultas Ilmu Komunikasi Petra ngadain acara ini buat anak2 SMA yg pengen nampang di TV untuk membacakan berita...

(play)

mulai dari pesen piala, nelpon juri, nulis script yg makin lama makin g jelas, kedinginan brrr d lab tv, dan ketemu sm Pak Iman.

Yang terakhir, membawa kesan tersendiri. Kalau bener pernah tinggal di Surabaya, pasti kamu tau suaranya yang khas. Pengetahuannya yang luas, cletukannya yang nylekit, pembawaannya yang kharismatik yang membuat ibu-ibu pada kesengsem.

Waktu pertama kali kontak dengan Pak Iman, aku sudah terintimidasi popularitasnya. Sudah ada bayangan, kalo aku bakalan ngmng sama seorang divo. Nyatanya? Salah besar! Salah satu juri yang paling bersahabat saat dihubungi dan tidak bertele-tele.

Waktu pertama kali ktemu...owalah...ini to yang namanya Pak Iman. Mirip Tora Sudiro dikit...hihihi. Dan yang paling bikin wow adalah posturnya yang menjulang. Bener-bener menjulang! 187 cm.

Lima hari bersama Pak Iman, ak bener-bener mati gaya. Beberapa kali aku nyesel memberikan cletukan gak penting. Tapi tidak sekalipun Pak Iman memberikan indikasi sewot.


gaulnya, Pak Iman TeOPe BeGeTe lah...


setelah bertemu beliau, terbukti kalau Pak Iman itu a real person. Makasih Pak, sudah mau direpotin sm LPBT...

Rabu, 21 Januari 2009

My Other X Chromosome

Tenang aja, ini bukan pembahasan biologi kok...cuma judulnya agak ilmiah, kali aja ada profesor yang mau baca...



Kalo udah pernah belajar biologi pasti tau dong, satu kromosom x paten dari mama, yang satunya lagi bisa x, bisa y dari papa. Post ini bercerita ttg kromosom yang bisa x, bisa y.


Seandainya hari itu yang menyatu adalah x dan y, judul post ini bakalan beda. Dan pastinya headernya gak bakalan sefeminin di atas..hehehe

My Other X Chromosome came from a man that I admire the most.



Dia bukan pria yang paling menawan. Kalo km ketemu dengan dia di mall ato mana, pasti km cuma mikir ‘om-om biasa’. Bukan juga org yang berpendidikan tinggi, sma aja gak lulus. Bukan pula orang yang sensitif-romantis yang bisa mengingat ultah anak-anaknya, ngasi kado jam 12, ngajak dinner mama.


Tapi dia orang yang punya rasa ingin tau yang super besar. Berbagai buku d baca, berbagai acara tv ditonton, berbagai artikel di koran dilahap (dari politik, ekonomi, sampe selebritis…serius ini!). Dia tau lebih banyak tentang kimia praktis dari anaknya yang duduk di SMA. Dia mengerti lebih dalam tentang ekonomi dunia daripada broker saham. Dia lebih tau kalo Ayu Azhari diundang ke pelantikan Obama daripada istrinya yang ngikutin acara gosip di TV.


Dia mungkin bukan orang besar yang terkenal. Tapi orang mengenalnya lewat keluarganya. Istrinya sering dimintai tolong untuk membenarkan peralatan rumah tangga tetangganya. Anaknya dipuji orang karena pengetahuan luas mengenai hal-hal non-akademis. Anaknya yang lain dibanggakan orang lain karena kesopanannya. Anak tetangga mengangguminya karena kehumorisannya dan keahliannya memotong kulit jeruk dengan pisau parang.


Ada banyak cerita tentang dia. Yang mungkin tidak sebesar cerita tentang peraih Nobel atau cerita tentang seorang presiden. Namun, ceritanya adalah cerita seorang ayah.


Satu hari, kita bertengkar dan seperti biasa, aku yang harus minta maaf karena ak yang jd anak. Selesai minta maaf, papa berkata “Kamu tidak tahu betapa papa mencintai kamu.” Hanya sekali papa mengucapkan kalimat itu, tapi aku tahu, kalimat itu punya arti yang sebenarnya.


Separuh kromosomku tidak akan pernah lengkap tanpa kromosom dari papa. Keras kepalaku, rasa ingin tauku, kesukaanku pada buku dan musik, pemikiran dalamku, semuanya melupakan replika kromosomnya.


You too have the same half other chromosome in your body. So love your every chromosome…

Rabu, 14 Januari 2009

Otak saringan

Menapaki eskalator Pasar Atom tiba-tiba aku kesetrum ide (maksudnya mau ngomong brainstorming, tp gak nasionalis...) untuk nulis blog. Tapi sayang seribu sayang, ak skrg lupa idenya apa...

Jadi, ini adalah tulisan ttg kehilangan memori...

Salah besar kalo org bilang lupa itu penyakit orang tua. Banyak kok orang muda yang lupa, apa lagi untuk ngeles. Alasan yang paling simpel dan mudah dimanipulasikan adalah lupa...

ikan mas cuma bisa nginget slama 3 detik

ngomong2 tentang inget, ada satu cara yang terbukti efektif untuk mengingat sesuatu. kalo lupa, ak bakal kembali ketempat di mana tadi ak "lagi" inget apa yang aku lupa...
anehnya, ak lupa apa yang harus ak inget, tp aku inget apa yang sebenarnya gak penting untuk ak inget.

walaupun kadang membantu. Tp bener2 gak efisien. klo inget topik blog di eskalatornya pasar atom, masa' malem2 gini mau balik kesana???

Kamis, 08 Januari 2009

Sport Jantung 40 menit

hari kedelapan setelah taun baru bener2 menyatakan pembukaan lembaran hidup yang baru. Nggak perna dlm hidupku mengalami pengalaman super menegangkan yang bikin jantung srasa mau kluar dari tulang rusuk ato tulang dada ato apalah tulang yang melindungi jantung kalo ada.

matahari masih sangat menyengat waktu ak keluar dari rumah. Jam 9 pagi, sunglass masih kupakai (cie, barat banget pake sunglass segala...hihihi). Jam 2 siang, nah lo...udah mulai hujan, agak deres sih tp akhirnya berenti sebentar memberiku kesempatan untuk naik mobil.

Di perjalanan, mak byuuuurrr.....

Air tumpah dari langit. Jarak pandang cm 5 meter ke depan...ini belum seberapa menegangkan.

Masuk jalan tol, lampu hazzard sudah nyala, cuma bisa jalan 40 km/jam...ini belum juga menegangkan.

Kluar dari tol di exit kota satelit. Deg...
macet

y sudah la...namanya juga lagi ujan...

bukan cuma hujan ternyata, banjir....mulanya masih d tengah betis org dewasa. Semakin jauh kok semakin tinggi ya...
Sampai akhirnya...setengah paha org dewasa!

Yang bisa kulakukan cuma:
ngegas mobil sekenceng2nya terus menerus
matiin ac (mitosnya sih gt, nggak tau mitos apa...)
matiin radio (biar bisa konsen untuk melakukan hal yg slanjutnya yaitu..)
berdoa
cari mobil sebelah yang sama-sama kijangnya dan diamati apakah mreka baik2 aja...

tengok kanan kiri depan blakang, ternyata pandangan kurang melegakan. APV mulai nyendat, panther kok mogok ya. Tapi untungnya ada mercy lewat dengan mulus

then I think to my self...

wah, klo mercy aja lewat, masa' kijang ndk bisa...kan kijang lebih tinggi...
tapi...
itu mercy, harganya lebih tinggi dari kijang...

pelan2 tapi juga ndk pasti, aku mulai jalan semeter demi semeter. ketika akhirnya bebas dari jebakan banjir yang bisa kulakukan adalah:
nyalain ac lagi
nyalain radio lagi
menghina betapa dodholnya pengemudi laen yang berjalan lawan arah menuju ke lubang nestapa itu...

40 menit yang bakal ak critakan ke anak cucuku

Rabu, 07 Januari 2009

Posting Pertama

Karena ini posting pertama, otak akan saya tinggalkan dulu. Males mikir yang berat-berat setelah 2 mingguan libur.


Posting ini juga gara-gara Nico, mengharuskan aku nulis sesuatu di blogku. Padahal kalo kosong rasanya lebih bagus lo, Nic! Warnanya bisa kliatan bagus, pink2 gemana geto… Kalo sdh bertulisan, kan jadi kliatan jorok dan ndk atraktif lagi. Lagipula kalo menulis dipaksakan, hasilnya nggak bagus nic. Istilahnya kayak nambahin kata warung ke lagu perjuangan yang punya kata bertarung supaya berima indah…
ngerti nggak sih?? Hihihihi


Karena udah terlanjur nggak beres dan kayaknya agak mirip komen di fs kepada Nico, jadi skalian aja di lanjutkan.

Bener juga kata Nico, nulis blog itu nggak gampang. Bingung mau nulis apa biar orang lain mau baca. Antara mau jadi orang informatif dan berguna bagi makalah orang lain atau mau jadi orang yang menyebarkan kebahagian dan gelak tawa di dunia yang makin menggila ini. Kalau ada yang bilang “cari jalan tengahnya aja! Digabung gitu”. Berarti orang itu agak nggak waras. Mana ada makalah yang menghibur? Dan mana ada hiburan berbentuk makalah?


15 menit nulis posting ini cuma baru dapat 181 kata yang kalo ditilik dari susunan rangkaiannya sama sekali nggak masuk akal dan amat sangat ngawur skali.


Ya harap maklumlah…namanya juga posting pertama. Masih meraba dalam kegelapan. Tanpa ditemani lampu dan cahaya lilin. (tambah ngawur…)


Mungkin posting selanjutnya akan lebih bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Mungkin saja posting selanjutnya lebih menggugah hati orang banyak.


Tapi, juga ada kemungkinan, ini satu-satunya tulisan yang bisa dimengerti dan dipahami. Karena selanjutnya, lebih parah dari yang satu ini.


So, cross your finger for a better writing!